Chapter Five: The Wonder Years

What’s the first sentence on page 214 of your autobiography?

Celebrity Autobiography

“And they live happily ever after.” :D

Entahlah, saya kok tidak terpikirkan untuk menulis otobiografi. Bukannya karena saya merasa diri tidak cukup penting atau hidup tidak cukup menarik untuk ditulis (on contrary… :P ). Hanya saja ada beberapa kendala teknis; Saya suka lupa dengan peristiwa hidup saya sendiri, dan saya sulit menceritakannya dengan muatan emosional yang baik.

Jadi kalaupun saya memiliki sebuah biografi, biarlah itu ditulis oleh orang lain yang bisa melakukan riset mendalam mengenai kehidupan masa lalu saya, dan yang bisa bercerita dengan lebih baik dari saya. :)

Powered by Plinky

I could live on…

If you could only eat one type of food for the rest of your life, what would it be?

Padang lunch at Sari Ratu with Yahoo! Indonesia team

Nasi padang! :D Maaf kalau saya agak sedikit curang dalam menjawab pertanyaan ini. Soalnya, menurut saya variasi dalam rutinitas sehari-hari dalam hidup itu adalah hal yang baik. Termasuk soal makan. Makanan seenak apapun, kalau dimakan terus-menerus tiap hari, pasti lama-lama akan membosankan juga.

Karena itulah saya pilih nasi padang. Ada beragam variasi makanan di dalamnya, jadi setiap makan saya tinggal mencoba ‘mix and match’ beberapa makanan yang berbeda saja. Mudah-mudahan tidak terlalu bosan dengan cara seperti itu, walaupun kayaknya tetap saja tidak menyehatkan juga kalau makan nasi padang setiap hari.

Powered by Plinky

Card Shark

What's your favorite card game? Why?

Playing Cards

Saya benci dengan sebagian besar permainan kartu standar. Pasalnya, sampai sekarang saya hampir tidak pernah bisa mengingat aturan permainannya, atau nama-nama kombinasi kartu, serta kombinasi apa yang lebih unggul dibandingkan dengan kombinasi yang lain.

Oleh karena itu, permainan kartu yang paling saya sukai adalah yang tidak membutuhkan semuanya: Main bohong-bohongan. :D

Cara mainnya gampang. Satu pak kartu yang sudah dikocok dibagi sama rata kepada kedua pemain. Pemain pertama meletakkan satu kartunya, tertutup, di atas meja sambil menyebut nama kartunya, entah dengan jujur atau bohong.

Pemain kedua punya dua pilihan reaksi: Diam atau teriak, "Bohong!" Jika pemain kedua diam saja, maka pemain pertama akan terus meletakkan kartunya satu persatu secara tertutup di atas meja, selalu sambil (entah bohong atau jujur) menyebutkan nama kartunya.

Tapi kalau pemain kedua teriak, "Bohong," maka pemain pertama harus membuka kartunya. Kalau pemain kedua salah (berarti pemain pertama jujur), maka pemain kedua harus mengambil kartu itu dan semua kartu di bawahnya. Kalau pemain kedua benar, maka pemain pertama harus mengambil lagi kartu itu dan semua kartu di bawahnya.

Apapun hasilnya, kini giliran pemain kedua untuk meletakkan satu persatu kartunya di meja. Begitu seterusnya, sampai salah satu pemain kehabisan kartu: Dialah pemenangnya. Seru kan? :D

Powered by Plinky

Super You

What's your secret superpower?

Batman

Sesungguhnya saya adalah Batman.

Well, ndak juga sih. Tapi saya selalu suka dengan pahlawan yang tidak punya kemampuan super ini. Soalnya, satu hal yang membuat dia bisa mengungguli para penjahat berkekuatan super adalah preparation time-nya; biasa disingkat sebagai prep time.

Meskipun saya tidak sehebat Batman (well, duh!), saya suka dengan (dan ingin mengikuti) konsep prep time-nya Batman; Bahwa dengan persiapan yang matang, segala hal (bahkan yang sangat jarang terjadipun) pasti bisa diantisipasi dan ditangani dengan baik.

Powered by Plinky

If I Could Learn Another Language Overnight

You wake up and discover that you can speak another language. Which one?

traditional hanzi 传统汉字

Sebenarnya sih tadi saya mau milih bahasa Jepang, cuma berhubung negara matahari terbit ini tak lagi secemerlang dulu menyinari dunia, maka nampaknya lebih strategis untuk memilih bahasa tetangganya: Bahasa Mandarin.

Selain karena penggunaannya yang makin meluas di seluruh dunia, saya memilih bahasa ini karena pelafalannya yang relatif cukup susah dibandingkan bahasa Jepang, serta ratusan alfabet hanzi-nya yang harus dihafalkan jika ingin baca-tulis secara lancar.

Powered by Plinky